METODE
DALAM PEMBELAJARAN
MATA
KULIAH : STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
DOSEN:Muna Sukri S.Pd, M.Pd
DISUSUN
OLEH
BERI GUNAWAN : 231100268
RINO :
231100196
ICE : 231100294
SELIDATIKA :
231100308
Kelas : A sore
Semester : 3 Ganjil
Prodi : pendidikan geografi
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK
INDONESIA
( STKIP-PGRI ) PONTIANAK
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “Metode dalam pembelajaran,
penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Strategi Belajar Mengajar jurusan pendidikan
Geografi.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
Pontianak 27,November, 2012
Penyusun
Penyusun
DAFTAR ISI
HAL
KATA
PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................................. 1
A. Latar
belakang..................................................................................................... 1
B. Rumusan
masalah................................................................................................ 2
C. Tujuan
................................................................................................................. 2
D. Manfaat................................................................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................................... 3
A. Pengertian
Metode Pembelajaran........................................................................ 3
B. Kedudukan
Metode Dalam Belajar Mengajar..................................................... 3
C. Macam
– macam Metode Pembelajaran.............................................................. 4
BAB
III PENUTUP........................................................................................................ 14
A. Kesimpulan.......................................................................................................... 14
B. Saran.................................................................................................................... 14
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode adalah cara yang fungsinya
sebagai alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode itu, makin efektif pula
pencapaian tujuan. Dengan demikian tujuan merupakan faktor utama dalam
menetapkan baik tidaknya penggunaan suatu metode.
Dalam hal metode mengajar, selain
faktor tujuan, murid, situasi, fasilitas dan faktor guru turut menentukan
efektif tidaknya penggunaan suatu metode. Karenanya metode mengajar itu banyak
sekali dan sulit menggolong-golongkannya. Lebih sulit lagi menetapkan metode
mana yang memiliki efektifitas paling tinggi. Sebab metode yang “kurang baik”
di tangan seorang guru dapat menjadi metode yang “baik sekali” di tangan guru
yang lain dan metode yang baik akan gagal di tangan guru yang tidak menguasai
teknik pelaksanaannya.
Namun demikian, ada sifat-sifat umum
yang terdapat pada metode yang satu tidak terdapat pada metode yang lain.
Dengan mencari ciri-ciri umum itu, menjadi mungkinlah untuk mengenali berbagai
macam metode yang lazim dan praktis untuk dilaksanakan dalam proses belajar
mengajar.
Belajar mengajar merupakan kegiatan
yang kompleks. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang
kompleks, maka tidak mungkin menunjukan dan menyimpulkan bahwa suatu metode
belajar mengajar tertentu lebih unggul dari pada metode belajar mengajar yang
lainnya dalam usaha mencapai semua pelajaran, dalam situasi dan kondisi, dan
untuk selamanya. Untuk itu berikut ini akan dibahas beberapa metode yang
dimungkinkan dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan seperti metode
ceramah, metode diskusi, metode kelompok dan metode campuran.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan metode
pembelajaran?
2. Bagaimana kedudukan metode dalam
belajar mengajar?
3. Apa saja macam-macam metode pembelajaran?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui maksud metode pembelajaran.
2.
Untuk mengetahui kedudukan metode dalam belajar mengajar.
3.
Untuk mengetahui macam-macam metode pembelajaran.
D.
Manfaat
Berdasarkan masalah dan tujuan diatas,
maka manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah :
1.
Dapat mengetahui maksud metode pembelajaran.
2.
Dapat mengetahui kedudukan metode dalam belajar mengajar.
3.
Dapat mengetahui macam-macam metode pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian
bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan
pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok. Agar tercapainya tujuan
pembelajaran yang telah dirumuskan, seseorang guru harus mengetahui berbagai
metode. Dengan memiliki pengetahuan mengenai sifat berbagai metode, maka
seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dengan
situasi dan kondisi. Penggunaan metode mengajar sangat bergantung pada tujuan
pembelajaran.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh seorang guru
dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.
Metode yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif,
minat, atau gairah belajar siswa.
2.
Metode yang digunakan dapat merangsang keinginan siswa untuk
belajar lebih lanjut.
3.
Metode yang digunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi
siswa untuk mewujudkan hasil karya.
4.
Metode yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan
kegiatan kepribadian siswa.
5.
Metode yang digunakan harus dapat mendidik murid dalam
teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6.
Metode yang digunakan
harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
B. Kedudukan
Metode Dalam Belajar Mengajar
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi
unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan
pengajaran. Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana
memahami, kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian
bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dan analisis yang dilakukan,
lahirlah pemahaman tentang kedudukan metode sebagai alat motivasi extrinsic,
sebagai strategi pengajaran dan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
C. Macam-Macam
Metode Pembelajaran
Memilih berbagai metode yang tepat untuk menciptakan proses
belajar mengajar yang menarik. Ketepatan penggunaan metode mengajar tersebut
sangat tergantung kepada tujuan, isi, proses belajar mengajar. Ditinjau dari
segi penerapannya, metode-metode ada yang tepat digunakan untuk siswa dalam
jumlah besar dan ada yang tepat untuk siswa dalam jumlah kecil. Ada juga yang
tepat digunakan dalam kelas atau diluar kelas. Dibawah ini akan diuraikan
secara singkat beberapa metode mengajar.
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan
bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya
betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan
batas-batas kemungkinan penggunannya. Metode ceramah merupakan metode yang
sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini
selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor
kebiasaan baik dari guru atau pun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala
dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga
dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi
pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses
belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar. Metode ceramah merupakan
cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran
ekspositori.
a.
Kelebihan Metode Ceramah
Ada beberapa kelebihan
sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan :
1) Ceramah
merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan.
2) Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang
luas.
3) Ceramah
dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.
4) Melalui
ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas,
5) Organisasi
kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.
b.
Kelemahan Metode Ceramah
Di samping
beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, di
antaranya:
1) Materi
yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa
yang dikuasai guru.
2) Ceramah
yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
3) Guru
yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik.
4) Melalui
ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa
yang dijelaskan atau belum.
2.
Metode
Demonstrasi
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode
demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu,
baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian,
demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun
dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi
demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi
pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi
pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
1.
Kelebihan
Metode Demonstrasi
Sebagai
suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan,di antaranya:
1) Melalui
metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari.
2) Proses
pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga
melihat peristiwa yang terjadi.
3) Dengan
cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan.
2.
Kelemahan
Metode Demonstrasi
Di
samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa
kelemahan, di antarannya:
1)
Metode demonstrasi
memerlukan persiapan yang lebih matang.
2)
Demonstrasi memerlukan
peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode
ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
3)
Demonstrasi memerlukan
kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk
bekerja lebih profesional.
3. Metode Diskusi
Metode diskusi
adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan.
Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab
pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu
keputusan (Killen, 1998). Karena itu, diskusi bukan lah debat yang bersifat
mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk
menentukan keputusan tertentu secara bersama-sama.
a. Kelebihan Metode Diskusi
Ada beberapa kelebihan metode diskusi, manakala
diterapkan dalam kegiatan
belajar mengajar.
1)
Metode diskusi dapat
merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan
ide-ide.
2)
Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar
pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
3)
Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan
pendapat atau gagasan secara verbal.
b. Kelemahan Metode
Diskusi
Selain beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki
beberapa kelemahan, di antaranya:
1)
Sering terjadi
pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki
keterampilan berbicara.
2)
Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas,
sehingga kesimpulan menjadi kabur.
3)
Memerlukan waktu yang
cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
4)
Dalam diskusi sering terjadi perbedaan
pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol.
c. Jenis-jenis Diskusi
Terdapat
bemacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran,
antara lain:
1)
Diskusi Kelas
Diskusi
kelas atau disebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang
dilakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi.
2) Diskusi
Kelompok Kecil
Diskusi
kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok- kelompok. Jumlah
anggota kelompok antara 3-5 orang.
3) Simposium
Simposium
adalah metode mengajar dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai
sudut pandang berdasarkan keahlian.
4) Diskusi
Panel
Diskusi
panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang
panelis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang di hadapan audiens.
4.
Metode
Simulasi
Simulasi berasal
dari kata simulate yang
artinya berpura-pura atau berbuat seakan-akan. Sebagai metode mengajar,
simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan
situasi tiruan untuk memahami tentang kons ep, prinsip, atau keterampilan
tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak
semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang
sebenarnya. Gladi resik merupakan salah satu contoh simulasi, yakni
memperagakan proses terjadinya suatu upacara tertentu sebagai latihan untuk
upacara sebenarnya supaya tidak gagal dalam waktunya nanti. Demikian juga untuk
mengembangkan pemahaman dan penghayatan terhadap suatu peristiwa, penggunaan
simulasi akan sangat bermanfaat.
a.
Kelebihan
Metode Simulasi
Terdapat
beberapa kelebihan dengan menggunakan simulasi sebagai metode mengajar, di
antaranya adalah:
1) Simulasi
dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang
sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi
dunia kerja.
2) Simulasi
dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi
kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topic yang disimulasikan.
3) Simulasi
dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa Memperkaya pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi
berbagai situasi sosial yang problematis.
4) Simulasi
dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.
b.
Kelemahan
Metode Simulasi
Di samping memiliki kelebihan, simulasi juga
mempunyai kelemahan, di antaranya:
1) Pengalaman
yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan
di lapangan.
2) Pengelolaan
yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga
tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
3) Faktor
psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa dalam melakukan
simulasi.
5.
Metode
Tugas dan Resitasi
Metode tugas dan
resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas
dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau
kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di
perpustakaan dan tempat lainnya.Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada
tujuan yang akan dicapai,seperti tugas meneliti, menyusun laporan, dan tugas di
laboratorium.
6. Metode Tanya Jawab
Metode tanya
jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung
yang bersifat two way trafficsebab
pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa
menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat
adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.
Tujuan yang akan
dicapai dari metode tanya jawab :
1.Untuk
mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa.
2.
Untuk merangsang siswa berfikir.
3.
Memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan
masalah yang belum dipahami.
7. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja
kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa siswa
dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun
dibagi atas kelompok-kelompok kecil (subsub kelompok).
Kelompok bisa
dibuat berdasarkan:
a. Perbedaan
individual dalam kemampuan belajar, terutama bila kelas itusifatnya heterogin
dalam belajar.
b. Perbedaan
minat belajar, dibuat kelompok yang terdiri atas siswa yang punya minat yang
sama.
c.
Pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kita berikan.
d. Pengelompokan atas dasar wilayah
tempat tinggal siswa yang tinggal dalam satu wilayah yang dikelompokkan dalam
satu kelompokan sehingga memudahkan koordinasi kerja.
e. Pengelompokan secara random atau
dilotre, tidak melihat faktor-faktor lain.
f.
Pengelompokan atas dasar jenis kelamin, ada kelompok pria dan kelompok
wanita.
Sebaiknya kelompok menggambarkan
yang heterogin, baik dari segi kemapuan belajar maupun jenis kelamin. Hal ini
dimaksudkan agar kelompokkelompok tersebut tidak berat sebelah (ada kelompok
yang baik dan ada kelompok yang kurang baik) .
Kalau dilihat dari segi proses kerjanya maka kerja
kelompok ada dua macam, yaitu kelompok jangka pendek dan kelompok jangka
panjang.
1. Kelompok
jangka pendek, artinya jangka waktu untuk bekerja dalam kelompok tersebut hanya
pada saat itu saja, jadi sifatnya insidental.
2. Kelompok jangka panjang, artinya proses kerja
dalam kelompok itu bukanhanya pada saat itu saja, mungkin berlaku untuk satu
periode tertentu sesuai dengan tugas/masalah yang dipecahkan.
8. Metode Problem Solving
Metode problem solving(metode pemecahan
masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode
berpikir, sebab dalam problem solvingdapat
menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada
menarik kesimpulan.
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)
Team Teaching pada
dasarnya ialah metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar
sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak
macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja,
tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian
yang dibutuhkan.
Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode Team
Teaching.
1. Harus
ada program pelajaran yang disusun bersama oleh team tersebut, sehingga
betul-betul jelas dan terarah sesuai dengan tugas masing-masing dalam team
tersebut.
2. Membagi tugas tiap
topik kepada guru tersebut, sehingga masalah bimbingan pada siswa terarah
dengan baik.
3.
Harus dicegah jangan sampai terjadi jam bebas akibat ketidak hadiran
seseorang guru anggota tim.
10. Metode Latihan (Drill)
Metode latihan
pada umumnya digunakan untuk memeperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan
dari apa yang telah dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan
bakat/inisiatif siswa untuk berpiki, maka hendaknya guru/pengajar memperhatikan
tingkat kewajaran dari metode Drill.
1. Latihan, wajar digunakan untuk
hal-hal yang bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan, dan
lain-lain.
2. Untuk melatih kecakapan mental,
misalnya perhitungan penggunaan rumus-rumus, dan lain-lain.
3.
Untuk melatih hubungan, tanggapan, seperti penggunaan bahasa, grafik,
simbul peta, dan lain-lain.
Prinsip dan petunjuk menggunakan
metode Drill.
1. Siswa harus diberi pengertian
yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu.
2. Latihan untuk pertama kalinya hendaknya
bersifat diagnosis, mula-mula kurang berhasil, lalu diadakan perbaikan untuk
kemudian bisa lebih sempurna.
3. Latihan tidak perlu lama asal
sering dilaksanakan.
4. Harus disesuaikan dengan taraf
kemampuan siswa.
5.
Proseslatihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang essensial dan berguna.
11. Metode Karyawisata (Field-Trip)
Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai
arti tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di
sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Contoh: Mengajak
siswa ke gedung pengadilan untuk mengetahui system peradilan dan proses
pengadilan, selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisatadi atas tidak mengambil
tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata
dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode adalah cara yang fungsinya
sebagai alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode itu, makin efektif pula
pencapaian tujuan. Dengan demikian tujuan merupakan faktor utama dalam
menetapkan baik tidaknya penggunaan suatu metode.
Dalam hal metode mengajar, selain
faktor tujuan, murid, situasi, fasilitas dan faktor guru turut menentukan
efektif tidaknya penggunaan suatu metode. Karenanya metode mengajar itu banyak
sekali dan sulit menggolong-golongkannya. Lebih sulit lagi menetapkan metode mana
yang memiliki efektifitas paling tinggi. Sebab metode yang “kurang baik” di
tangan seorang guru dapat menjadi metode yang “baik sekali” di tangan guru yang
lain dan metode yang baik akan gagal di tangan guru yang tidak menguasai teknik
pelaksanaannya.
Metode pembelajaran adalah cara-cara
atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat
menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok.
B.
Saran
Dari penjelasan diatas dapat kita jumpai berbagai macam strategi belajar
yang mana kesemuanya mengarah pada cara-cara yang sapat ditempuh untiuk
keberhasilan dalam strategi belajar. Nah dengan diketahuinya strategi belajar
di atas maka diharapkan para guru agar dapat menguasai strategi-strategi
tersebut agar di dalam proses belajar mengajar kita akan mudah mengambil
keputusan atau cara yang tepat kita lakukan di dalam memecahkan masalah
pendidikan, khususnya didalam pencapaian tujuan belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Sabri,
Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching, Jakarta : Quantum teaching,
2005
Hafni Ladjid, Pengembangan
Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi, Quantum Teaching, 2005
Ahmad Sabri, Strategi Belajar
Mengajar Micro Teaching, Jakarta : Quantum teaching, 2005, h. 52-53
Hafni Ladjid, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum
Berbasis Kompetensi, Quantum Teaching, 2005, h. 121
Ahmad Sabri, Strategi Belajar
Mengajar Micro Teaching, Jakarta : Quantum Teaching, 2005, h. 56
Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan
Belajar. Bandung: Tarsito
Ibrahim R, Syaodih S Nana. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka
Cipta.
Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan
Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran.Jakarta: Media
Prenada
Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses
Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru.
Uno, B. Hamzah. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.